Gatau kenapa gue memberi judul ini. Tapi gue berasa telah terisi kembali. Akhirnya. Setelah sekian lama. Gue berasa kosong. Ga berisi. Otak dan hati gue. Sekarang udah ada yang isi. Gue kembali menemukan cahaya hidup gue. Dan gue ga bakal padamin cahaya itu (lagi). Gue merasa ada damai, juga gelisah. Tapi sekarang gue yakin gue ga bakal ditinggal gelisah gitu aja. Ada yang bakal rangkul gue dan menuntun gue.
Inget kalo hidup ini cuman sekali. Jangan buang-buang waktu lu selagi masih ada. Karena ga ada satupun manusia yang tahu sampai kapan mereka bisa menginjak tanah di bumi.
Finally, I find The Light. Do you?
Di sini tempatku merebahkan raga dan membangunkan jiwa. Kalau ada senggang, mari minum teh dan makan kudapan sore bersama.
10 November 2013
29 September 2013
Jadikan Dirimu Senyum Bagi Orang Lain
Menurut gue ini adalah suatu berita yang worth it buat dijadikan pembuka halaman baru buat blog gue yang udah lama kutu dan debuan gak gue sentuh.
Jadi ceritanya gue dapet post yang seorang teman di sebuah jejaring sosial. Pas gue buka isinya, wedeh. Beneran ini yang lu pada butuhin. Garis bawahi "LU". Kalian bisa melakukan suatu kerjaan yang berguna dan produktif. Gak nganggur ga jelas di rumah pas weekend dan Minggu. Paling kalian ngapain sih di hari Sabtu atau Minggu? Hibernasi, maen komputer, atau jalan-jalan? Aduh. Semua itu bisa lu lakuin kapan aja. Tapi event ini belum tentu ada lagi. Jangan kalian lewatin gitu aja kaya angin lalu!!
Gue suka kutipan di website untuk menyentuh hati pembaca. Mereka berhasil 'kelitikin' hati gue.
"Berhenti mengeluh tidaklah cukup. Berkata-kata indah dengan penuh semangat juga tidak akan pernah cukup. Lakukan aksi nyata. Sekarang."
Intinya, cuman omong kosong kalo lu pengen Indonesia maju lah, atau malu sama Indonesia atau ini itu, tapi lu gak mau ikutan bantu. Sekarang waktu yang tepat. Ini kudu banget lu ikutin. Kapan lagi lu bisa bantu seluruh anak-anak Indonesia pake tangan lu sendiri?
Gue gak mau simpen sendiri berita luar biasa ini, makanya lu jangan simpen sendiri juga ya. Daftar terus sebarluaskan! Ayo kita bergandeng tangan untuk Indonesia lebih baik.
Haha. Gue sampai lupa kasih tahu isi berita itu apaan. Mau tau banget daritadi gue ngerusuh soal apa? klik di sini.
04 August 2013
Cahaya Sedang Main Petak Umpet Denganku
Tidak tahu virus apa yang menyerangku dan beberapa temanku. Satu hal yang kutahu ini virus kutukan. Entah apa yang membuatku terjangkit penyakit ini, tetapi kira-kira mulai dari Mei awal. Ya, itu si virus Malas Menulis yang tidak tertahankan. Aku disibukkan dengan seseorang yang sekarang resmi menjadi spesial dalam hidupku, sehingga tidak sempat mencari obat untuk penyakit akut ini. Namun, dia semakin menjadi-jadi.
Diperparah dengan hidupku yang kurvanya sedang naik turun #mengenalkanduniaips. Aku kehilangan passionku. Cahayanya telah redup remang-remang. Aku seperti manusia planet antah berantah. Aku bisa hanya duduk di kasur dan diam saja. Benar-benar persis orang idiot. Bahkan aku tidak ingat apa yang kupikirkan saa aku duduk diam di atas kasur selama beberapa waktunya yang dapat dikatakan cukup lama.
Hey, kamu, cahayaku. Kamu berkewajiban untuk menuntunku, menerangi passion ku, memberi dorongan untuk selalu bertanya dan selalu heran akan setiap hal dengand detil. Dimana kau sekarang? Aku membutuhkanmu di sini. Aku sudah selesai menghitung. Aku tidak mau main lagi denganmu. Kembalilah ke dalam hidupku. Aku sudah tidak mau main petak umpet denganmu. Tidak akan mau lagi. Nanti kamu beneran pergi dan tidak kembali.
Diperparah dengan hidupku yang kurvanya sedang naik turun #mengenalkanduniaips. Aku kehilangan passionku. Cahayanya telah redup remang-remang. Aku seperti manusia planet antah berantah. Aku bisa hanya duduk di kasur dan diam saja. Benar-benar persis orang idiot. Bahkan aku tidak ingat apa yang kupikirkan saa aku duduk diam di atas kasur selama beberapa waktunya yang dapat dikatakan cukup lama.
Hey, kamu, cahayaku. Kamu berkewajiban untuk menuntunku, menerangi passion ku, memberi dorongan untuk selalu bertanya dan selalu heran akan setiap hal dengand detil. Dimana kau sekarang? Aku membutuhkanmu di sini. Aku sudah selesai menghitung. Aku tidak mau main lagi denganmu. Kembalilah ke dalam hidupku. Aku sudah tidak mau main petak umpet denganmu. Tidak akan mau lagi. Nanti kamu beneran pergi dan tidak kembali.
14 July 2013
Jakun adalah masa depan
Sudah terlalu lama gue ga menyentuh blog. Rasanya jadi agak kaku dengan pembaca. So, pada kesempatan ini, gue cuman mau kasih liat yang namanya kebanggaan buat gue (konteks: sekarang)
Ceritanya foto ini dapat tercipta ketika gue ikut berpatisipasi di dalam sebuah acara yang diadakan oleh Fisip. Namanya Fisip Summit. Ini adalah kedua kalinya gue ikut acara Fisip Summit. Sebelumnya, gue juga nulis mengenai Fisip Summit 2012.
Ada kakak-kakak UI yang nyari dana membuka semacam photo booth simple gitu deh. Kostumnya itu jakun. Pas pertama kali ditawarin, gue gak mau karena kondisi ga mendukung: lagi sama tim gue sehingga membuat gue mengurungkan niat buat foto. Secara yang lain kaya pada diem dan ga tertarik. Kalo gue sendiri ya foto, bakal jadi model dadakan gue diliatin mereka.
Terus, pas gue pulang duluan, gue liat meja kakak-kakak itu sepi. Gue mikir bakal sayang ngelewatin kesempatan buat foto. Mumpung sepi juga. Akhirnya gue berhasil membujuk diri sendiri dan (juga) temen gue untuk ke sana.
Pada akhirnya, gue ga nyesel tuh foto di sana. Dapet ini deh
Ceritanya foto ini dapat tercipta ketika gue ikut berpatisipasi di dalam sebuah acara yang diadakan oleh Fisip. Namanya Fisip Summit. Ini adalah kedua kalinya gue ikut acara Fisip Summit. Sebelumnya, gue juga nulis mengenai Fisip Summit 2012.
Oiya... Dari tadi gue belum kasih tahu apa sih kepanjangan dari jakun? Jakun di sini bukanlah apel yang dimakan sama Adam dan nyangkut di lehernya. Tapi kepanjangannya Jakun adalah jaket kuning yang dimiliki oleh Universitas paling kece, Universitas Indonesia.
Setiap peserta diberikan gelang sesuai dengan kelas yang dipilih mereka. Gue pilih HI-SOS. Teman gue ANTROP-KOM.
Setiap peserta diberikan gelang sesuai dengan kelas yang dipilih mereka. Gue pilih HI-SOS. Teman gue ANTROP-KOM.
![]() |
| Tangan gue (hijau) dan tangan temen gue. Kebetulan dia juga menulis tentang fisip summit kali ini. |
Seperti yang telah katakan sebelumnya, gue emang udah pernah sekali ke fisip summit. Tapi yang membuat fisip summit kali ini beda dan lebih meninggalkan kesan adalah yang satu ini nih. Jadi yang di bawah ini namanya hasil foto dari kamera polaroid, kalau teman-teman sekalian belum pernah lihat atau belum pernah dengar. Yang sekali jepret langsung jadi.
Ada kakak-kakak UI yang nyari dana membuka semacam photo booth simple gitu deh. Kostumnya itu jakun. Pas pertama kali ditawarin, gue gak mau karena kondisi ga mendukung: lagi sama tim gue sehingga membuat gue mengurungkan niat buat foto. Secara yang lain kaya pada diem dan ga tertarik. Kalo gue sendiri ya foto, bakal jadi model dadakan gue diliatin mereka.
Terus, pas gue pulang duluan, gue liat meja kakak-kakak itu sepi. Gue mikir bakal sayang ngelewatin kesempatan buat foto. Mumpung sepi juga. Akhirnya gue berhasil membujuk diri sendiri dan (juga) temen gue untuk ke sana.
Pada akhirnya, gue ga nyesel tuh foto di sana. Dapet ini deh
Nah selain dapet foto itu, gue juga boleh foto sepuasnya pake kamera ato hape ato apapun lah. Berhubung teman punya ipod, ga boleh disia-siakan kotak musik canggih miliknya. Dan inilah hasil editan apik teman gue.
Memang mereka bilang hanya sebuah jaket. Tapi ini adalah kebanggaan. Ini mimpi gue. Mimpi yang bakal gue kejar setahun lagi! Tahun depan gue bakal pake jaket itu lagi dengan status: milik pribadi, BUKAN pinjaman.
Subscribe to:
Posts (Atom)




